Jumat, 15 Agustus 2014

Festival Layang-Layang

"dalam teriknya sinar matahari, variasi bentuk dan warna layang-layang ikut menghiasi birunya langit"



Layang-layang sudah menjadi budaya hidup masyarakat Bali, untuk melestarikan tradisi, penyaluran hobi dan sebagai hiburan masyarakat maka diadakannya festival layang-layang. Festival tersebut sudah menjadi tradisi yang rutin diadakan setiap tahun saat musim angin kencang yaitu sekitar bulan Juli sampai Agustus. Festival yang sudah ada sejak tahun 1979 ini biasanya diselenggarakan di Pantai Padang Galak, Sanur.

Layang-layang sudah digemari semua kalangan tidak memandang usia dan jenis kelamin, anak-anak, dewasa, laki-laki dan perempuan berbaur menyaksikan eloknya layang-layang bergoyang di langit. Umumnya, jenis layang-layang yang dilombakan ada 4 jenis dengan karakteristik tersendiri yaitu bebean (ikan), janggan (burung), pecukan (berbentuk seperti daun) dan layang-layang kreasi baru.



Untuk mengudarakan layang-layang tersebut tidaklah mudah, perlu kerjasama tim yang baik. Satu layang-layang biasanya diudarakan oleh 10 orang atau bahkan lebih dan anggota lainnya memainkan gambelan (alat musik khas Bali). Musik gambelan ini berfungsi memeriahkan suasana dan sebagai penyemangat untuk yang menarik layangannya. Penonton akan dibuat berdecak kagum oleh banyaknya layang-layang yang mengudara dengan berkelak-kelok seperti sedang bergoyang di udara.





         Gambar selengkapnya :
Layangan Bebean
Layangan Pecukan










Layangan Kreasi Baru
Layangan Janggan


0 komentar:

Posting Komentar