Selasa, 23 Desember 2014

Mengenal Sejarah Manusia di Museum Manusia Purba Gilimanuk

Museum Manusia Purba Gilimanuk ini bisa dikatakan unik dan berbeda dengan museum-museum lainnya yang ada di Bali dalam konteks benda-benda yang tersimpan didalamnya. Museum ini—sebagaimana namanya—menyimpan sejumlah benda-benda kepurbakalaan masa lampau berupa yang memiliki nilai historis sangat tinggi. Keberadaan museum ini sendiri berawal dari penemuan ratusan kerangka manusia purba dan juga bekal kuburnya yang menyertai penemuan tersebut yang diperkirakan berasal dari zaman pra-sejarah (akhir).

Berdasarkan hal tersebut kemudian pemerintahan Kabupaten Jembrana berinisiatif untuk menyelamatkan dan mengabadikan berbagai benda-benda penemuan tersebut supaya tidak lekas hilang atau bahkan malah jatuh ke tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.Untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut kemudian dibangunlah sebuah museum bernama Museum Manusia Purba yang pertama kali didirika pada tahun 1993 dan diresmikan oleh Gubernur Bali kala itu yakni Prof. Ida Bagus Oka. Dan dengan adanya museum tersebut harapannya ialah benda-benda purbaka yang sarat dengan nilai kesejarahan tersebut bisa terus terjaga dan terpelihara sampai kapanpun. 

Didalam Museum Manusia Purba sendiri terdapat ratusan koleksi yang diantaranya berupa 137 buah kerangka manusia dan juga 73 buah koleksi-koleksi yang lainnya berupa manik-manik, periuk kecil, gelang yang terbuat dari kayu dan kerang, kendi, tempayan, mangkuk yang terbuat dari tanah, mata kail, tajak dan juga sarkofagus. Berbagai macam koleksi benda-benda purbakala tersebut bisa dilihat atau bahkan didokumentasikan sebagai kenang-kenangan yang bisa dilihat di kemudian hari. Museum Manusia Purba sendiri terdiri dari tiga lantai yang memiliki fungsinya masing-masing. Lantai pertama di museum ini digunakan untuk menyimpan kerangka-kerangka manusia dan juga sarkofagus yang usianya sudah ratusan tahun. Setiap manusia purba yang ada disini biasanya dalam bentuk posisi tubuh yang menyerupai bayi didalam kandungan. Hal tersebut rupanya dikaitkan dengan adanya keyakinan bahwa kehidupan manusia itu terbagi menjadi tiga siklus yakni lahir, hidup dan juga kematian. Sedangkan pada lantai keduanya, digunakan untuk menyimpan tajak perunggu yang biasanya digunakan untuk mengolah lahan pertanian, berburu dan dijadikan bekal kubur. Tajak perunggu ini juga dilengkapi dengan perlengkapan lainnya seperti gerabah, manik-manik, kapak dan lainnya yang biasanya diguanakan untuk berburu.

Sedangkan di lantai ketiga digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan dapur semisal piring, kerang, gerabah dan berbagai macam aksesoris semisal anting dan manik-manik yang menjadi kegemaran manusia purba di masa lampau, dengan mengunjungi Museum Manusia Purba ini Anda akan banyak mendapatkan pengetahuan yang mendalam khususnya mengenai manusia purba beserta dengan derivasinya (berupa kelengkapan hidupnya yang digunakan untuk menunjang kehidupan ketika itu).
Dengan hadirnya Museum Manusia Purba ini maka semakin lengkaplah objek kewisataan yang ada di Kabupaten Jembrana, Bali, ini sehingga bisa memperkaya pilihan pengunjung. Lantas soal kunjungannya sendiri, memang pada hari-hari biasanya bisa dikatakan bahwa museum ini termasuk jarang dikunjungi oleh kalangan wisatawan.

Museum Manusia Purba Gilimanuk berada di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Pulau Dewata Bali – Indonesia.
Selamat Berkunjung!


GAMBAR SELENGKAPNYA




 

0 komentar:

Posting Komentar