Luxury Hotels

Nikmati kemegahan hotel berbintang di Pulau Dewata

Pura Ulun Danu Bedugul

Suasana magis dari sebuah pura dibangun di atas Danau Beratan

Pura Taman Ayun

Sebuah pura agung dari Kerajaan Mengwi dengan arsitektur Bali yang unik dan mempesona.

Barong and Keris Dance

Pertunjukan budaya Bali yang eksotis dan membias terhadap kehidupan orang Bali.

Petualangan Alam

Dapatkan berbagai macam jenis petualangan di Pulau Dewata

Romantic Sunset

Bali menawarkan pemandangan sunset yang cantik dengan nuansa religius.

Rabu, 30 Juli 2014

Museum Pasifika Menyimpan Karya Seni Inspiratif

Musem Pasifika adalah museum seni yang terletak di Nusa Dua, tepatnya di kawasan BTDC Nusa Dua. Sekitar 24 kilometer dari kota Denpasar. Museum ini didirikan oleh Moetaryanto P dan Philippe Augier pada tahun 2006. Museum Pasifika menyimpan sekitar 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari 25 negara yang berbeda. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi museum ini setiap harinya. Museum Pasifika merupakan salah satu wisata edukasi yang baik untuk para pelajar dan sangat inspiratif bagi wisatawan yang menyukai seni, buka setiap hari jam 10:00 hingga 18:00 WITA.

Terdapat 11 ruang utama dalam museum ini. Ruang pertama sampai dengan ruang kelima berisikan seni yang berasal dari Indonesia, Italia, Belanda dan Prancis. Ruang keenam digunakan untuk pameran dan pertunjukan seni. Ruang ketujuh dipersembahkan untuk karya seni yang berasal dari Vietnam, Laos dan Kambodia. Ruang kedelapan terdapat banyak lukisan-lukisan. Ruang kesembilan dan kesepuluh mempersembahkan karya seni dari pasifik dan kepulauan-kepulauan kecil yang berada di sekitar pasifik. Ruang terakhir yaitu ruang kesebelas terdapat lukisan-lukisan indah dari Jepang, China, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Filipina.

Untuk dapat masuk dan mengunjungi museum, wisatawan dewasa dikenakan Rp 70.000 dan gratis bagi wisatawan yang berumur 10 tahun kebawah. Museum Pasifika juga menyediakan tour guide bagi para wisatawan yang ingin memahami lebih dalam setiap karya seni terdapat di dalam museum. Wisatawan yang mengunjungi museum tidak diperkenenkan membawa kamera atau alat elektronik ke dalam museum. Museum ini patut di kunjungi bagi para wisatawan yang datang ke Bali.


Gambar Lainnya:

Senin, 28 Juli 2014

Air Panas Angseri, Wisata Air Yang Menyehatkan


Air panas Angseri terletak di kaki gunung Batukaru dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan air laut sehingga objek wisata ini memiliki suhu udara yang sejuk tepatnya di Desa Angseri, Baturiti, Tabanan. Jarak wisata air panas ini dari Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 65 kilometer. 

Awalnya, air panas ini hanya tempat pemandian biasa. Namun masyarakat setempat melihat air panas tersebut bisa berkembang menjadi objek wisata yang bagus sehingga mulailah dikembangkan air panas tersebut menjadi objek wisata yang sangat terkenal di Bali seperti sekarang.
Air Panas Angseri memiliki 2 kolam renang terbuka untuk dewasa dan anak-anak yang sudah dilengkapi arena bermain seperti ayunan dan perosotan. Disana juga ada 6 bilik ruangan tertutup untuk kapasitas maksimal 6 orang per bilik. Air di bilik-bilik tersebut selalu dibersihkan dan diperbaharui setelah pengunjung selesai. 
Air panas Angseri yang memiliki suhu sekitar 48 derajat celcius dan mengandung belerang ini dipercaya berkhasiat untuk menghilangkan penyakit kulit. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke objek wisata Angseri ini hanya sekedar untuk berwisata melainkan berwisata yang menyehatkan karena dapat menghilangkan penyakit kulit seperti panu, kutu air, kudisan dan penyakit kulit lainnya.

Pengunjung yang ingin merasakan wisata air yang menyehatkan ini dikenakan biaya masuk sekitar Rp 10.000 per orang untuk menyewa bilik pemandian tersebut selama 30 menit. Tetapi, bila ingin di kolam yang terbuka pengunjung tidak dikenakan biaya atau gratis. Air panas Angseri buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 17.00 Wita




     Gambar selengkapnya :




Jumat, 25 Juli 2014

Alas Kedaton, Keindahan Sebuah Hutan Kera

Alas kedaton adalah sebuah hutan lindung yang ditempati oleh kumpulan kera dan sekarang menjadi objek wisata yang sangat terkenal di Bali.







Sebuah hutan yang memiliki luas kurang lebih 12 hektar ini merupakan kawasan hutan lindung yang sangat indah, hutan ini ditempati oleh ratusan kera, diperkirakan jumlahnya 400an yang jinak dan biasanya ditemukan juga kalong yang bergelantungan di pohon-pohon besar. Kera-kera yang ada di alas kedaton ini memang sudah jinak karena sudah terbiasa melihat manusia. Namun, harus diingat mereka adalah binatang liar yang mempunyai naluri jika mereka merasa dalam keadaan bahaya. Biasanya banyak pengunjung yang membawa makanan sendiri untuk diberikan kepada kera-kera tersebut seperti kacang, roti dan makanan ringan lainnya. Itu merupakan pengalaman yang sangat menakjubkan bisa memberi makan kepada kera-kera yang hidup bebas di kawasan hutan lindung tersebut. 

Di objek wisata Alas Kedaton ini, juga terdapat pura suci yang bernama Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan yang menurut kepercayaan masyarakat lokal memiliki kekuatan magis untuk melindungi kawasan hutan lindung dan objek wisata Alas Kedaton. Kawasan hutan lindung ini sangat cocok untuk wisata keluarga, karena mempunya pemandanga yang sangat indah dan udara yang sejuk ditambah adanya kera-kera yang menambah keramaian dan mengundang kelucuan dengan atraksi-atraksi mereka.


Lokasi
Objek wisata Alas Kedaton berlokasi di Desa Kukuh Kecamatan Marga, Tabanan. Untuk mencapai objek wisata ini, diperlukan waktu sekitar 1 jam dari Denpasar. Pengunjung yang ingin memasuki objek wisata ini dikenakan biaya sebesar Rp 10.000/orang




Gambar selengkapnya :




Senin, 07 Juli 2014

Water Blow | Sensasi Wisata Air yang Berbeda


Awalnya kawasan ini hanyalah tebing karang biasa dan terkesan berbahaya. Kemudian oleh pihak BTDC dirapikan dan dikelola dengan membuat jalan setapak konblok serta pagar pembatas. Tak hanya itu, sebuah bangunan beratap dan terbuka dibangun di salah satu ujung tebing karang.
Lalu apa menariknya Water Blow ini? Di tebing karang yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, terdapat celah besar yang menyempit. Saat ombak bergulung dan menerpa tebing, ombak in seakan terjepit dalam celah dan menghempas ke atas.


Dari kejauhan seperti buih besar berwarna putih tengah menari ke atas. Semakin besar dan kencang ombak yang datang, semakin tinggi ombak menjulang melewati tebing. Jika tak hati-hati, Anda pun akan basah terkena terjangan ombak. Jangan harap Anda bisa berenang di sini. Walau disebut pantai, Water Blow lebih cocok disebut tebing karang yang menghujam ke lautan. Anda tak akan menemukan pasir pantai dan laut berada jauh di bawah Anda. Namun, ombak menjulang menjadi daya tarik utamanya. Sebab, si ombak tak selamanya muncul tinggi ke atas. Kadang ia menerpa tebing dengan perlahan seakan malas. Lalu menjilat sisi tebing dengan pendek. Di saat lengah, tiba-tiba ombak besar datang dan laksana terbang ke atas. Sesaat kemudian terhempas ke bawah mengirim percikan-percikan air membahasi pengunjung. Sensasi menunggu ombak tinggi inilah yang membuat pengunjung rela menunggu sambil menikmati panorama laut lepas.

Gambar Selengkapnya:











Barong Bali | Tarian Khas Daerah


Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.


Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan
perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.





Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.Ceritanya Rangda, ibu dari Erlangga ( Raja Bali pada abad kesepuluh),dikutuk oleh ayah Erlangga karena berlatih sihir / ilmu hitam.
Setelah menjadi janda, ia memanggil semua roh-roh jahat di hutan dan setan, mendatangi Erlangga.
Perkelahian terjadi, tapi rangda dan pasukannya terlalu kuat dan Erlangga harus meminta bantuan Barong.
Barong datang dan perkelahian terjadi .Sihir Rangda Membuat semua tentara Erlangga ingin bunuh diri, mereka menusukkan keris beracun ke perut dan dada mereka sendiri. Barong Berhasil melindungi pasukan itu sehingga kebal terhadap keris tajam. Pada akhirnya, Barong menang, dan Rangda melarikan diri.

Gambar Selengkapnya:







Panorama Indah Danau Beratan

Danau Beratan merupakan salah satu obyek wisata yang menawarkan keindahan alam,Danau Beratan berada di ketinggian 1231 m diatas permukaan laut, dengan luas danau 3,8 km serta memiliki kedalaman maksimal 22 m. Volume air danau ini 0,049 km3. Di sini Anda bisa menyewa speed boot atau  sampan untuk mengelilingi danau sambil menikmati pemandangan sekeliling danau, masyarakat setempat juga menyewakan pancing bagi anda yang gemar memancing. Di tengah Danau Beratan terdapat sebuah Pura yaitu Pura Ulun Danu, pura ini adalah tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu yang di percaya sebagai dewi sri atau dewi kesuburan.

Memasuki objek wisata danau Beratan ini, areal candi Budha berupa stupa setinggi 5 meter yang dikelilingi 4 patung Budha di bagian bawah. Hal ini menandakan bagaimana multikulturisme itu berjalan di Bali sejak dulu. Apalagi persis di sebelah candi Budha tersebut terdapat Pura Ulun Danu dimana masyarakat Hindu bersembahyang ketika berkunjung ke Bedugul. Selain itu, tidak jauh dari areal ini terdapat masjid sehingga nuansa multikultur itu semakin terasa. Ini yang membuat Bedugul benar-benar berbeda.
pertama yang kita temui adalah taman bermain. Di salah satu bagian terdapat tempat mainan anak-anak berupa ayunan, kursi putar dan lain-lain. Di sebelah arena bermain ini terdapat restoran yang ketika waktu makan siang, penuh oleh pengunjung karena menyajikan prasmanan. Masih di areal taman, di bagian lain terdapat sebuah
Di sekeliling pura yang menjadi bagian utama ini, terdapat taman dengan rumput hijau. Pohon-pohon cemara membuat suasana hijau itu bertambah lengkap. Kita bisa berjalan-jalan di trotoar untuk pejalan kaki. Di bagian paling timur dari Pura Ulun Danu ini terdapat dua Meru (tempat untuk meletakkan sesajen) yang bertumpang solas (tumpuk sebelas) dan tumpang pitu (tumpuk tujuh). Dua meru ini agak terpisah dengan daratan sehingga menjadi objek foto yang sangat menarik.
Gambar Selengkapnya:
















Rabu, 02 Juli 2014

Kecak, Tarian Khas Bali


Kecak adalah pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.
Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.
Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Gambar Selengkapnya:






*Terimakasih Telah Berkunjung*